Obat Telat Bulan? Lakukan Langkah Ini

By | January 28, 2016

Tahukah Anda bahwa 65 persen wanita Amerika yang melakukan aborsi menggunakan obat seperti Obat Telat Bulan dan metode apapun, akan mengalami depresi klinis jangka panjang yang membahayakan? Anda tentu tak ingin mengalaminya bukan?jika sekarang Anda diposisi ingin menggugurkan kandungan, maka sebaiknya cermati hal-hal berikut ini sebelum terlambat!

Mau Hindari Efek Samping Obat Telat Bulan, Lakukan Langkah Ini

Mau Hindari Efek Samping Obat Telat Bulan, Lakukan Langkah Ini

5 Langkah Menghindari Efek Samping Berbagai Jenis Obat Aborsi

Banyak efek samping berbahaya yang akan terjadi pada seorang wanita, jika melakukan aborsi tanpa mempersiapkan diri secara matang. Sekarang, dengan 5 langkah ini Anda akan terhindar dari efek samping berbahaya aborsi, dan tetap bisa memiliki momongan di saat yang tepat.

  1. Harus Hamil

Suatu produk obat untuk aborsi termasuk Obat Pelancar Haid akan bekerja maksimal jika Anda sedang hamil. Jadi sebelum mengkonsumsinya pastikan dulu Anda memang dalam kondisi berbadan dua. Bisa dicek melalui USG.

  1. Aborsi Pilihan Utama

Ketika Anda maupun pasangan sudah sangat yakin bahwa aborsi merupakan langkah paling tepat untuk menghindari hal-hal negatif, maka saat itulah Anda bisa mengkonsumsi obat-obatan untuk menunjang realisasi keputusan Anda tersebut.

  1. Kondisi Kesehatan

Lakukan cek kesehatan terlebih dahulu sebelum memutuskan menggunakan Obat Telat Bulan atau obat untuk pencahar rahim lainnya. denngan begitu Anda akan lebih tenang saat menjalani proses aborsi tersebut.

  1. Tidak Pakai Alat kontrasepsi

Pastikan bahwa saat Anda akan mengkonsumsi obat-obatan menghentikan kehamilan, Anda tidak menggunakan alat kontrasepsi apapun, sebab ketika masih terpasang, maka bisa jadi anda akan mengalami saki tertenti.

  1. Tidak Hamil Di Luar Rahim

Hamil di luar rahim sangat berpotensi memberikan dampak negatif kepada wanita. Makanya sebelum menggunakan obat untuk aborsi tersebut Anda harus memastikan bahwa hamil yang terjadi pada Anda berada dalam rahim.

Dengan menerapkan langkah di atas setidaknya Anda bisa mengantisipasi efek samping dari penggunakan obat aborsi, karena banyak sekali wanita yang tanpa persiapan melakukan aborsi dan berujung pada kondisi kesehatan yang semakin memburuk. Anda tak ingin menjadi seperti itu bukan?

Beberapa Efek Samping Penggunaan Obat Telat Bulan dan Aborsi

Memang sangat penting utnuk emnghindari terkena efek samping berlebihan dari mengkonsumsi obat yang berkaitan dengan menggugurkan kandungan. Tapi ada baiknya mengetahui apa saja efek samping dari pemakaian produk tersebut, sehingga jika terjadi pada Anda, bisa segera dilakukan tindakan pemulihan agar tidak bertambah parah.

Efek Ringan

Maksudnya adalah efek yang tidak terlalu mengganggu kesehatan, namun tetap harus diwaspadai, karena jika dibiarkan bisa jadi akan berdampak fatal bagi Anda.

  • Diare

Biasanya diare akan terjadi sekitar satu hingga dua jam usai mengkonsumsi obat untuk aborsi seperti obat pelancar haid. Durasi yang normal jika mengalami diare adalah 1×24 jam.

  • Demam

Sama halnya seperti demam biasa, pada pasien aborsi yang daya tahan tubuhnya kurang, bisa jadi efek ini akan dirasakan setelah 15 hingga 30 menit usai meminum obat. Dan akan masih dalam batas kewajaran jika terjadi paling lama dua hari saja.

  • Menggigil

Sama halnya dengan demam, menggigil juga sering terjadi pada pasien aborsi yang mengkonsumsi obat. Kebanyakan adalah wanita yang memiliki riwayat penyakit tertentu, atau alergi terhadap salah satu komponen dalam obat tersebut.

Efek Berat

Tidak ada yang ingin merasakan efek samping yang berat ini. Namun apapun bisa terjadi dan semua tergantung pada bagaimana kondisi tubuh Anda saat mengkonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Pendarahan

Sama seperti halnya menstruasi, proses peluruhan embrio yang terjadi ketika proses aborsi dilakukan dengan bantuan obat aborsi, bisa saja memberi efek yaitu pendarahan dalam jangka waktu lama, tapi berdasarkan penelitian, pendarahan masih dikatakan normal jika terjadi maksimal 6 hari dengan durasi yang cenderung menurun.

  • Tuba Pecah

Efek ini akan terjadi ketika obat diminum pada kondisi hamil di luar rahim. Dimana kontraksi yang terjadi pada bagian luar rahim membuat tuba pecah dan berakibat fatal, mulai dari infertil hingga kematian mendadak.

  • Dampak psikologis

Tak jarang juga pasien aborsi yang mengalami masalah psikologis parah, seperti emosi yang tak bisa dikontrol, depresi berat karena rasa bersalah dan beberapa masalah psikologis lainnya.

Segera Konsultasi Ke Dokter Setelah Mengalami Hal Ini

Jika efek yang Anda rasakan sudah melebihi batas kewajaran usai mengkonsumsi obat pelancar haid atau obat untuk aborsi lainnya, maka konsultasi ke dokter merupakan solusi paling tepat, agar tidak berdampak jangka panjang bagi kehidupan Anda. Sebab akan ada tindakan medis yang akan dilakukan sesuai keluhan yang Anda rasakan. Kapan harus kedokter? Ketika daya tahan menurun, badan sangat lemas, letih, lesu, mual dan muntah tanpa henti, atau perdarahan yang sangat hebat sehingga membuat Anda tak bisa melakukan aktivitas apapun. Ketika itu terjadi, tak ada cara lain selain langsung berobat ke dokter terdekat.

Memang banyak hal negatif yang bisa terjadi ketika Anda memutuskan melakukan aborsi, apapun jenisnya. Makanya banyak dokter menyarankan tidak melakukan aborsi, kecuali memang sangat mendesak dan menghambat kesehatan jangka panjang Anda. Untuk meminimalisir efek samping, gunakan obat telat bulan yang sudah sangat direkomendasikan banyak pihak, dengan hasil kerja yang terpercaya.

Leave a Reply